Scroll untuk baca artikel
VENEERKAYU
VENEERKAYU
CitraMediaInspirasi

Tuhan, Apakah Hari Ini Engkau Sudah Minum Kopi?

3199
×

Tuhan, Apakah Hari Ini Engkau Sudah Minum Kopi?

Sebarkan artikel ini
INACRAFT

Kebenaran sejati. Temanku yang dulu tampak aneh dengan pemikirannya, kini menjadi orang hebat, luar biasa hebat dan kedekatannya pada Tuhan melebihi orang lain yang tak pernah bermusuhan denganNya.

Jakarta – CITRA MEDIA,

VENEERKAYU

Saat menempuh kuliah di Surabaya, ada seorang teman yang mengalami guncangan akibat berlarut-larutnya penyelesaian skripsi.

Dia sangat ingin segera lulus, tapi bolak balik skripsinya dimentahkan oleh dosen pembimbing.

Pada suatu hari, aku sempat melihat sebuah catatan di bukunya, “Tuhan, apakah hari ini Engkau sudah minum Kopi?”

Tulisan itu menggelitikku dan mendorongku bertanya padanya, apa maksud dan makna dari padanya?

Lantas, bak mubaligh kondang yang sering muncul di layar TV, temanku berceramah panjang lebar, menjelaskan “ayat suci” keyakinan yang dia pegang saat itu.

“Bro, aku gak minta dilahirkan, tapi Tuhan melahirkanku ke dunia ini. Aku gak minta hidup, tapi Tuhan memberikan kesempatan buatku hidup. Eehh, ternyata aku diberi segala kesulitan, kesusahan, kesedihan, dan segala hal buruk terus menimpaku, masih juga aku disuruh menyembahnya.

Tuhan memang gak tahu diri, kurang kerjaan, mungkin Tuhan lagi stress. Mungkin kalau Dia minum kopi, pikiranNya agak sedikit rileks dan gak bikin hidup kita susah.”

Mendengar ceramah itu, aku hanya bisa diam, melongok, tersenyum, tapi juga terus berpikir, mungkin suatu kewajaran pola-pola berpikir seperti itu muncul di saat manusia menghadapi sebuah kesulitan hidup yang amat sangat.

Aku hanya berdoa, semoga temanku itu bisa menemukan kebenaran hakiki dari sebuah kesesatan berpikir yang kuanggap sangat wajar, karena bila itu hinggap dalam hidupku, mungkin akan juga punya kesempatan sama.

Temanku bukan Nabi Ayub yang sabar, tapi dia seperti Ibrahim, bapak dari semua para Nabi. Yang mencari Tuhan dan akhirnya menemukan kebenaran sejati.

Ya, kebenaran sejati. Temanku yang dulu tampak aneh dengan pemikirannya, kini menjadi orang hebat, luar biasa hebat dan kedekatannya pada Tuhan melebihi orang lain yang tak pernah bermusuhan denganNya (insya Allah hidayahNya sampai juga pada semua teman-temanku) .

Temanku telah menemukan jalan menuju Tuhan melalui kesesatan yang dialaminya. Dia benar-benar tersesat di jalan yang benar.

Hakikat kebenaran yang lama dia cari kini telah diraihnya bersama kesuksesan dan kebahagiaan.

Aku iri melihat “penemuannya” itu, aku bangga sampai saat ini pernah bersahabat dan terus bersahabat dengannya, dia menjadi salah satu guruku dan sumber inspirasi untuk berbuat baik dan selalu yakin pada kemampuan diri dan Tuhan yang membimbing hidup ini.


Sahabatku, kisah yang kutulis di atas adalah kisah nyata. Mungkin sahabatku yang kumaksud ikut membaca tulisan ini. Kuyakin dia tersenyum membaca ini.

Kadang dalam terang, kita tidak pernah memperhatikan sebuah cahaya. Tapi dalam gelap, kita tahu, sering kali memaknai seberkas sinar sangat luar biasa.

Terpenting adalah bagaimana kita
selalu siap berjuang mencari hakikat kebenaran. Kesalahan, kekeliruan, kekhilafan, atau dosa-dosa, seberapapun beratnya dosa yang pernah kita lakukan, bila kita trus mencari makna keberadaan
Tuhan, mencari kebenaran, maka percayalah, jalan hidayah selalu terbentang, pintu taubat selalu
terbuka.

Tuhan selalu bisa menerima setiap pengakuan dosa, karena Dia Maha Pengasih dan Penyayang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CitraMedia

Selamat Natal ” Kemuliaan bagi Allah dan Damai…

Inspirasi

Jakarta, CITRAMEDIA – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia…