Jakarta, CITRAMEDIA – Minggu pagi, 23 Agustus 2026, kawasan Balai Kota Jakarta Pusat tak sekadar menjadi tempat orang-orang datang mengurus administrasi pemerintahan. Sejak pukul 07.00 WIB, halaman kantor wali kota berubah menjadi titik kumpul ratusan warga yang memilih mengawali hari dengan berjalan kaki, bersilaturahmi, sekaligus merayakan Indonesia.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, membuka kegiatan Fun Walk yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyongsong lima abad Kota Jakarta.
Sekitar 800 peserta ambil bagian dalam kegiatan bertajuk Jalan Sehat dan Baksos – IARMI DPP DKI Jakarta 2026, yang digelar Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) DPP DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Bagi sebagian orang, jalan santai mungkin hanya perkara melangkahkan kaki. Tetapi pagi itu, langkah-langkah tersebut membawa pesan yang lebih panjang: bahwa merawat kebersamaan terkadang memang sesederhana berjalan bersama, tanpa perlu bertanya siapa berjalan paling depan dan siapa paling belakang.
Koordinator kegiatan, Farida, mengatakan acara tersebut sedianya juga akan dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Nasional IARMI, Prof. Dr. Baharullah Akbar, MBA. Selain itu, Ir. Ahmad Riza Patria, MBA, serta sejumlah undangan lainnya telah mengonfirmasi kehadiran.
Pantauan tim jurnalis CITRAMEDIA di lokasi menunjukkan Arifin tidak hanya membuka kegiatan dari podium. Ia turut berjalan bersama peserta dalam iring-iringan yang menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat Jakarta. Rute dimulai dari Kantor Wali Kota Jakarta Pusat menuju Jalan Abdul Muis, berlanjut ke Jalan Budi Kemuliaan, Patung Kuda Arjuna, kemudian menuju kawasan Sarinah. Dari sana peserta melintasi kawasan Istana Merdeka, menuju Jalan Tanah Abang 1, sebelum akhirnya kembali ke Balai Kota Jakarta Pusat. Jakarta pun pagi itu seperti ikut berolahraga. Bedanya, kota ini tidak pernah benar-benar punya kesempatan untuk berhenti mengambil napas.
Usai jalan sehat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi donor darah dan santunan bagi anak yatim. Kegiatan kemudian ditutup dengan panggung hiburan yang menghadirkan artis lokal serta partisipasi para peserta. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang sering kali membuat orang sibuk mengejar waktu, kegiatan semacam ini menjadi pengingat kecil bahwa kemerdekaan bukan cuma tentang upacara, bendera, atau angka usia republik. Kemerdekaan juga tentang kemampuan untuk berkumpul, berbagi, menolong, dan sesekali berjalan kaki bersama tanpa harus sibuk menghitung siapa yang paling berjasa.
Sebab pada akhirnya, sebuah kota tidak hanya dibangun oleh beton dan gedung tinggi. Ia juga dibangun oleh manusia yang masih mau saling menyapa, bergandengan dalam kepedulian, dan berjalan dalam arah yang sama.






















