Jakarta, CITRAMEDIA – Pagi Jakarta hari ini, 22 September 2026 terpantau diselimuti asap yang cukup tebal. Kondisi ini tentu bukan hal baru. BMKG menginformasikan bahwa kualitas udara dan polusi Jakarta berada pada level Tidak Sehat, terkhusus bagi Kelompok Sensitif dengan nilai Indeks Kualitas Udara (AQI) berkisar di angka 104. Kelompok Sensitif tersebut antara lain anak-anak, lansia dan penderita gangguan pernapasan.
Sumber utama dari polusi di Jakarta antara lain dihasilkan dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri dan sisa polusi perkotaan. Sementara kebakaran hutan/karhutla yang marak terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatra tidak berdampak signifikan di Jakarta. Demikian rilis BMKG.
Berkaitan dengan kondisi tersebut, Masyarakat diimbau agar dapat menjaga Kesehatan dengan cara antara lain:
- Gunakan Masker
Disarankan memakai masker seperti N95 jika harus beraktivitas cukup lama di luar ruangan, terutama bagi kelompok sensitive.
- Kurangi Aktivitas Berat di Luar
Batasi olahraga atau kerja fisik berat di area terbuka pada jam-jam dengan konsentrasi polusi tinggi.
KONDISI POLUSI JAKARTA DARI TAHUN KE TAHUN
Kondisi polusi udara di Jakarta dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang sangat kritis, dimana jumlah hari dengan udara bersih yang semakin menurun serta didominasi polutan berbahaya yang terus melampaui ambang batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berikut data perkembangan tren kualitas udara Jakarta:
Tahun 2013 kondisi udara relative lebih baik dengan 81 hari bebas polusi dalam setahun
Tahun 2019-2022, Transportasi darat menyumbang polusi sekitar 67%. Diperburuk oleh emisi industri dan Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (PLTU) di wilayah sekitar Jabodetabek.
Tahun 2023 junmlah hari bebas polusi anjlok drastic menjadi hanya 20 hari.
Tahun 2024 sedikit membaik dengan 33 hari udara bersih.
Tahun 2025 tercatat hanya 24 hari udara bersih.
Tahun 2026 kualitas udara berkisar AQI 134-189 (kategori tidak sehat), dengan puncak harian yang mengkhawatirkan pada Mei 2026.


















